Sabtu, 06 Desember 2014

Seri DNA 12 Heliks : Tinjauan Teknologi Manusia Limboo Limas Piramida Bamboo Segi - 8 Multidimensional




Oleh Guntur Bisowarno S.Si., Apt
Peneliti Jamu dan Biologi Metode Kualitatif PAR (Partisipatory Active Research) Sejak 2003 - Sekarang, Jebolan Fakultas Farmasi Universitas Airlangga 1996, pernah menjadi Dosen Fakultas Farmasi Unika Widya Mandala 1996 – 2003.
Program Pencerahan Timur Raya, bersama Maha Bajra Sandhi 2011 – sekarang.
Budayawan Aksara Mahkota Mandita sejak 2013 – sekarang.
Tinggal di Purwosari Pasuruan
085235807140

Teknologi Aktivasi DNA 12 Heliks Yaitu Limas Piramida Bamboo Segi – 8 Multidimensional, Produksi Jaringan Kerja Bamboo Spirit Nusantara, Pusat Purwosari Pasuruan Jatim.

Dasar Filsafat dan Ilmu yang di gunakan

  1. Filfasat dan Ilmu Matematika dan Geometrika
  2. Filsafat dan Ilmu Bahasa dan Translinguistik (Musik Mistik Linguistik)
  3. Filsafat dan Ilmu Kitab Perubahan I Ching dan Hasta Borobudur 9

Logika Pertama :

Angka Istimewa, Angka 8 ada dimana?
Ada di ilmu Matematika dan ilmu Meruang Geometrisnya, yaitu Ilmu Kitab Perubahan Iching dan Ilmu Hasta Borobudur 9.

Mengapa?
  1. Karena Angka 8 Menggambarkan Anasir Langit dan Bumi yang mampu menyelaraskan dan menyeimbangan misteri daya hidup yang ada di dalamnya, yang belakangan di kenal dengan Misteri Daya Hidup Maha Dewa, 8 Anasir “Deleging Wahono” “Wujudnya Kahanan – Wujudnya Kenyataan, yaitu Langit, Bumi, Air, Api (Cahaya), Angin, Guntur Petir, Danau, Gunung, adanya.
  2. Karena Angka 8 adalah bagian Utuh dari Mandala Menggala Manunggal Candi Borobudur, dimana Peneliti dari Perancis menuliskan tentang kehebatan Candi Borobudur, sebagai perpusatkan hidup dan pusat dan akhir dari segala ilmu, agama, dan filsafat.
  3. Karena Daya Sudut Angka Bilangan 8 dari Segi – 8 Limboo yang memiliki dan menyimpan Potensi Misteri Daya Hidup sudah terbukti ada di semua Ruangan dan Dampak Ruangan dari Posisi Kursi dan Ranjang, Bangunan Limas Bamboo Segi – 8 Multidimensional

Jika 8 adalah Kekuatan 8 Maha Dewa *Deleging Wahono Wujudnya Wujud Jadi Daya dari Wujudnya Wujud hanya mampu di pahami dengan Ilmu Rumusan dan Jurusan Fisika Quantum , setiap benda dan setiap massa benda di ruangan tertentu, atau setiap benda pasti beruangan, setiap ruangan yang bermassa pasti memiliki energi. Maka dalam tinjauan Kegenapan Aksara Manusia Nusantara dan Idonesia salah satunya menggunakan Aksara 20 yaitu Hanacaraka, atau menggunakan Kaidah Risalah dan Kalam Tuhan dikenal dengan Aksara Sifat 20 Prinsip Lisan Bahasa Arobi, yang ada di Al Quran.
Jika Jumlah Matematika Aksara Alam Semesta dan Jagat Raya bisa di ringkas dalam 20 Aksara, jika di Kurangi Aksara 8, lalu di manakah Logika Matematika Fenomenologis dan Penjelajahan Sejarah Kehadiran Energi Lain selain Aksara 8 Maha Dewa di Limas Piramida Bamboo Segi 8 Multidimensional itu, kecuali adanya Aksara 12, sisanya. Pembuktian Terbalik Perpaduan Aksara 8 dan Aksara 12 ini akan menjadi Siklus Aksara 20. Segitiga Bentuk Aksara 8 dan Segi 4 Aksara 12 yang ada di 3 Alam, Bhur Bwah Swah, Alam Indera Loka, Alam Guru Loka, Alam Jana Loka dalam Tradisi dan Ilmu Ngelmu Jawanologi.

Perpaduan 3 Misteri Daya Hidup di 3 Alam tersebut dan Lokalitas Energi Utama Air, Api, Udara, dan Tanah di setiap lokus, dari Jiwatmanam Trilokanam itu, ternyata adalah Aksara 12 .. setiap lokus atau Cakra Utama ini memiliki anasir dan misteri daya hidup 12 Aksara Ka Tha Utama, sebagaimana yang sudah dan sedang di gemmakan, digetarkan di aktivasi diputar daya misteri hidupnya oleh Maha Bajra Sandhi  Mr, Ida Oka Granoka, melalui Aktivasi Pemutaran Akasara 12 Ka – Tha dengan menggunakan Alat Gong Gebyar Musik Mistik Linguistiknya Tersebut, sejak awal kesadarannya hingga kekinian dan kemasa depanannya, yang sungguh di sadari Meruang, Meruah dan Menembus Multidimenional Sang Waktu itu sendiri.

Jadi melalui Matematika Genapan Aksara Hidup dan Kehidupan 20 Aksara dan 20 Sifat Rong Puluh di Kurangi 8 Aksara Misteri Daya Hidup Maha Dewa, ketemulah kita dengan Aksara 12, yang sudah sejak lama di ketemukan oleh para pendahulu kita dan di kembangkan secara masif secara Ilmiah par Excellence, dan Kronologis Sistematis Taksu Dewatanya oleh Mr. Ida Oka Granoka, dalam Ritus Acara Grebek Aksaranya Terutama Sejak 2005 adanya.


Keberadaan Filsafat Ilmu Limas Piramida Bamboo Segi – 8 Multidimensional

Di Yunani, 3 Bidang Utama Harus di ajarkan, Pertama Matematika, Kedua Bahasa dan Ketiga adalah Musik.
Sebagaimana di teguhkan oleh Buku Filsafat Ilmu : Ontologi, Epistemologi, Aksiologi, dan Logika Ilmu Pengetahuan, Tulisan Dosen Antropologi FISIP Universitas Airlangga, Drs. H. Muhammad Adib, MA. Pustaka Pelajar, Yogyakarta, 2011, hal 52. perihal Qudrivium, atau empat bagian dari (a) aritmatika, adalah ilmu hitung, (b) geometrika adalah ilmu ukur (c) musika adalah ilmu musik dan (d) astronomia adalah ilmu perbintangan (di dunia Filsafat dan Ilmu Pengetahuan Islam di sebut Filsafat dan Ilmu Falakiah)

.

Seri DNA 12 Heliks 2 : Tinjauan Linguistik Musik Mistik



Oleh Guntur Bisowarno S.Si., Apt
Peneliti Metode Kualitatif PAR (Partisipatory Active Research) Sejak 2003 - Sekarang, Jebolan Fakultas Farmasi Universitas Airlangga 1996, pernah menjadi Dosen Fakultas Farmasi Unika Widya Mandala 1996 – 2003.
Program Pencerahan Timur Raya, bersama Maha Bajra Sandhi 2011 – sekarang.
Budayawan Aksara Mahkota Mandita sejak 2013 – sekarang.
Tinggal di Purwosari Pasuruan
085235807140

Gema Getaran Frekuensi Resonansi :
Aksara Kelangsungan PROSES CIPTA
AKSARANTARA PRASADA TATTWA

Ada 3 Badan. Badan Sarira (Fisik), badan bhatara (astral), bahan aksara (antara). Badan yang terakhir inilah (secara linguistik disebut simbol grafis, belakangan dikenal simbol genetis, genial, generatif, dalam bahasa dan bahasan kita kali ini, di sebut Kajian Aksara DNA 12 Heliks) yang disebut Aksarantaraprasada (alias DNA 12 Heliks, ketemu Kekunoan dan Kekinian DNA 12 Heliks sebagai Aksara Perantara Persada Prasada Jagat Kecil dan Jagad Besar kita semua ini) juga berarti “kelangsungan proses cipta : utpatti-shtiti-pralina-Utpatti”. Ia adalah matra kesadaran menuju Tuhan, dari linguistik (aksara) metalinguistik (a-ksara) dari fisika ke metafisika, kala ke dewa. Menuju Sempurna (myomya). Hal 160 buku ke 2 di bawah ini.

Sumber Informasi :

  1. Makalah 2014, Denpasar Jalan Kebo Iwa,  Prof Ida Oka Granoka (Guru Besar Fakultas Sastra Universitas Udayanya Bali) : Ada Pesan Moral Kode Genetik Di Balik 17 – 8 – 45.
  2. Ida Wayan Oka Granoka , Reinkarnasi Budaya, Universitas Udayana, 2007.
  3. Ida Wayan Oka Granoka, Perburuan Ke Prana Jiwa, Memori Bajra Sandi, Perburuan Sorang Ida Wayan Granoka.

Ketiganya Berbicara  Tentang Aksara dan Ada 3 Kesimpulan Utama :

  1. Sang Kalpa : Perancangan  Translinguistik Teleportasional puncak abad 21 (Cultural Olympiad Athens, 2004)
  2. Urip in Bhuwana : Hidup hanya sekelebet kilatan petir, asledetan tatit (World Culture, Bali. 2013)
  3. KaTha : Memutar Aksara – 12 Di  Jantung Makna Pencapaian Besar (Mahligai Universitas Udayana 2014).

Aksara 12 yaitu
Guttural           : ka, kha, ga, gha, na
Palatal             : cha ccha, ja, jha, na
Cerebral          : ta, tha
Jumlah Total    : 12 aksara
Dengan Pusat Pemutaran Aksara, Semi Vowel          : ya

Pada Jantung (pusat), getar warna – terdiri dari dua belas suku beruturan:gutural-palatal-serebral) – menghasilkan Ka (awal, guttural) – Tha (akhir – cerebral).

Memutar Aksara 12 Inilah dalam Bahasa Genetis Genetika Generatif Modern Di sebut DNA Double Heliks, bagi penganut ajaran Newtonian yang Partikular, bagi penganut aliran Fisika Metafika Quantum di sebut 12 Heliks DNA, dengan tokoh utamanya, Mr. Einstein dan Kimiawi Mr. Bhor, dan Psikolog Besar Mr. Carl Gustav Jung (yang ketiganya menemukan Inti Sari Ilmunya sesudah acap kali berdiskusi dengan David Brown dari Jerman yang menulis dan belajar ke Negeri China di sebut I CHING, Kitab Perubahan, DNA Anasir Misteri Daya Hidup Langit dan Bumi, sebanyak 8 X 8, 64 Anasir Tersebut).  Aliran ini memahami betul tentang benda atau atom, proton, netron, bersifat partikel dan gelombang (frekuensi, dan atau cahaya) di kenallah dengan Istilah Quantum Ingsun Aku oleh Mr. Granoka, (Quantum adalah Informasi dan Gelombang berupa paket paket Energi Cahaya Atau Foton), di kenal dengan rumus Eenergi sama dengan Massa X Kecepatan Cahaya Quadrat tersebut.


Pada Mulanya Sabda,
Maka lahirlah table Bahasa Menuju Sempurna. Diagram Kecerdasan dan Pendiikan Anak Maha Bajra Sandhi, hal 43 buku ke 2 di atas. Bahwa Musik Mampu Mengaktivasi DNA 12 Heliks dan Memiliki Daya Mistik (Bahasa dan Bahasan Guntur Bisowarno. Adalah Bahasa Informasi Cahaya, Bahasa Frekuensi Cahaya, yang merupakan Emanansi Pancaran dari Cahaya Maha Cahaya dalam Tubuh Mistik Manusia, yang terdiri dari 3 tatanan Utama Ruh, Jiwa, Badan, dan bahkan ada pendalaman yang lebih utuh dari ruh dan roh dalam kemultidimensional cahaya atau nur di dalam Studi Ilmu dan Ngelmu Jawanologi di sebut dengan bagian Ruh, Suksma, Nyawa.






Seri DNA 12 Heliks 1Seri DNA 12 Heliks : Tinjauan Parapsikologi



Oleh Guntur Bisowarno S.Si., Apt
Peneliti Metode Kualitatif PAR (Partisipatory Active Research) Sejak 2003 - Sekarang, Jebolan Fakultas Farmasi Universitas Airlangga 1996, pernah menjadi Dosen Fakultas Farmasi Unika Widya Mandala 1996 – 2003.
Program Pencerahan Timur Raya, bersama Maha Bajra Sandhi 2011 – sekarang.
Budayawan Aksara Mahkota Mandita sejak 2013 – sekarang.
Tinggal di Purwosari Pasuruan
085235807140

Dalam Buku Terjemahannya Dr. Rubiana Soeboer (Psikolog Lulusan S1 UGM dan S2 S3 UI, serta aktif mengajar di Universitas Sahid Jakarta) berjudul “ Sang Pembawa Cahaya, Pengajaran dari Pleiadian, Karangan Barbara Marciniak, 2004.


Ada 3 latar belakang yang menarik di dalamnya.
“ Manusia telah di kontrol oleh frekuensi untuk waktu yang lama. Mereka begitu terbiasa dengan frekuensi kontrol dan pikiran logis yang telah demikian berkembang pada waktu ini sehingga ada banyak ketakutan dan kecurigaan – sebuah tempat gelap bagi diri yang sedemikian terkontrol sehingga manusia menjadi begitu takut bahkan untuk percaya bahwa mereka dapat menerima informasi dari diri mereka sendiri (baca RNA mereka). Saat anda berpikir mengenai entitas yang telah melakukan modulasi atas cara manusia memancarkan dirinya dengan merancang ulang DNA mereka ( Issu dan Peluang Hebat nya di ranah ini) dan mengenakan berbagai skenario (baca menemukan Blue Print Sejati Peran Hidup dan Kehidupan Mereka, beserta anasir alam raya dan seisinya ini) dan kejadian kejadian di planet dan kemudian menyalurkan hasil dari energi psikis ini melalui portal portal yang berbeda keluar        (belakangan di kenal dengan sebutkan Cakra) menuju ruang angkasa bagi alasan mereka sendiri – anda dapat melihat apa yang sedang anda hadapi.” Hal 190
Catatan ; Di Sini Nampak Ada Sesuatu yang Penting dalam Mengerti dan Mengenal DNA, guna merancang ulang kegunaan nya dan menggunakan nya secara benar merancang ulang Blue Print Kita semua yang sudah mulai menyadari dan mengerti perihalnya.


Hal 202.
“Para Penjaga Waktu tahu di mana data tersebut terkunci ( Di DNA kita, kenapa terkunci, karena pemahaman kita yang tidak memadai perihal DNA kita ini sesungguhnya, salah satunya anggapan bahwa DNA hanya Double Heliks, DNA kita 12 Heliks adanya, mengenai hal itu secara Matematis, Biologis dan Kimiawi, akan kita Urai di Tulisan Tersendiri), dan anda telah ditemukan; anda telah terseleksi untuk membawa data tersebut (DNA Genetis Tersebut) kepada cahaya ( Di Sinilah kita mulai memahami bahwa DNA ada hubungannya dengan cahaya). Kamu telah tampil ke depan – atau ke belakang dari periode waktu kami – untuk membantu mereka yang sedang berada dalam tugas membuka SEJARAH DNA Manusia ( perhatikan terjemahannya bukan DNA Orang, atau DNA Wong, Namun DNA Manusia, karena Orang Bisa Mati, Wong Bisa Mati, Jasad Bisa Mati, Manusia tidak, Manunggaling Roso Marang Gusti, Cahaya Sejati tersebut, salah satunya tersimpan di DNA tersebut). Kami berada di sini untuk membantu merancang ulang DNA tersebut di dalam diri anda sendiri ( Ini belakangan di kenal dengan Aktivasi DNA 12 Heliks, bisa melalui berkah AnugerahNya, Rekomendasi dari Mereka Yang sudah mengalaminya dan atau Usaha Anda sendiri, karena sudah mengerti dan memahaminya) dan kemudian menjadi bagian dari Perpustakaan Hidup.
Catatan :
Paragraf Ini Menjadikan Kita semakin memandang penting adanya Pengerti dan Pemahaman dari Sejarah DNA, Terkuncinya DNA dan peranan cahaya pada DNA serta peranan DNA sebagai Perpustakaan Hidup, hal ini semoga anda menjadi tidak resisten dan tidak menjadi apriori dan acuh tak acuh atau kebingungan seolah olah arah pembicaraan dan tujuan diskusi dan penjabaran ini untuk apa tujuan dan manfaatnya karena sudah sangat jelas di paparkan kegunaan dan manfaat nyatanya, selain memudahkan kita memahami dan menemukan kesadaran utuh adanya Blue Print Hidup kita.




Hal 247.
“Anda memiliki implan (RNA – DNA) dengan sebuah struktur (Nah struktur nya bukan double heliks, namun 12 heliks), sebuah bentuk geometris (makanya sudah saya visualisasikan gambar geometris 12 Heliks Tersebut), yang akan memicu informasi tertentu di dalam diri anda. ( Di sinilah letak pembedaanya, mereka yang sibuk mendebat dan kebingungan perihal Double Heliks atau 12 Heliks, tanpa memahami hakekatnya dan tujuan pengenalan dan pengertian penemunan dan kesadaran perihal adanya Struktur Imlan RNA dan DNA yang hebat tersebut dampak dan kegunaaan nya bagi hidup dan kehidupan kita, bagi blue print kita). Ia juga mempermudah bagi informasi secara langsung kepada mahkluk ( Konektivitas Multidimensional, Manusia adalah Mahkluk cahaya dan Mahkluk Multidimensional di ranah inilah kelayakan dan kepantasannnya menemui kesadaran, kesederhanaan dan kewajarannya). Struktur bahasa cahaya ini merupakan sebuah cara untuk menerma informasi dan energi yang berguna untuk mempermudah perkembangan anda (Sesuai dengan Blue Print anda). Merupakan sebuah metode belajar tanpa melakukan melalui buku atau melalui intelektualitas. Ini menunjukkan bahwa sesungguhnya ada hirarki, luar biasa luasnya melalmpaui kemampuan pemahaman dan inteletual anda, yang sudah bekerja dengan manusia sejak awal mulanya.

Catatan ini : Mengerjakan dan Membuktikan DNA itu Meruang, bukan sebuah benda padat sederhana unsur Alam yang di seingkat dengan Rangkaian Double Heliks A, T, G, S (Adenin, Tyasin, Guanin, Sitosin). Sudut Double Heliks tak mampu mewakili deskripsi meRuang dan MeRuahnya.... Multidimensional, 12 heliks mampu menjawab sudut sudut geometris meruangnya, karena sebagaimanan dimensi waktu, sudah di sadari bukan liniar namun sudah meruang dan berdimensional siklik – siklus melingkar geometris juga, bahasa awamnya aja sudah mewakili ungkapan itu, serentak mengada dan meruang di segala sudut penjuru alam semesta dan dunia, bagaimana mungkin kapasitas dan daya tampung informasi ini mampu di tampung oleh potensi dan hakekat kesempurnaan Manusia juga yang ada pada DNA manusia dan Perpustakaan Hidupnya di Jantung Translinguistik Jiwa Merdeka Rajah Aksara Negerinya).

Menutup Tinjuan Ini, Seorang Spiritualis dan Sejarah Perjalanan Meditasi, Kontemplasi dan Samadhinya, Penulis Buku, AKU, Manusia Memang Sempurna (Menguak Tabir Kesempurnaan Manusia, 2013), mr. Ucok Khairuddin,  

hal 88 – 90


Untaian Benang Cahaya  (Helik, Orang Lupa Rupanya Ya Bahwa Helium Itu Bercahaya hiks hiks)

DNA memiliki untaian benang yang sesungguhnya cahaya yang berpasangan dan dikenal sebagai heliks. Heliks atau untaian benang cahaya yang melengkapi DNA, dalam menjalankan fungsinya, sebagai receiver dan sekaligus transmitter, sesungguhnya adalah antena bagi DNA. Pada setiap heliks memiliki dua kumparan. Kenapa kedua kumparan ini di sebut heliks, karena kumparan dalam melakukan pergerakan tidak sejajar lurus, akan tetapi membentuk spiral yang saling tidak bersinggungan tetapi saling terhubung ( salah satu sebab kita memahami dimensi meruang dan meruahnya).

Jumlah heliks sangat menentukan kuantitas dan kualitas informasi yang diterima. Kualitas dan kuantitas informsi yang diterima sangat menentukan hasil terjemahan informasi tersebut. Dan Informasi yang diterima kan merupakan anak kunci yang dapat membuka gerbang infromasi uang terdapat pada DNA. Anak kunci uang merupakan kode kode, melalui untaian benang cahaya DNA adalah merupakan getaran yang kita sebut sebagai frekuensi ( he  he he perihal pengetahuan frekuensi bersifat meruang apa, hanya benda padat diam dan statis doang hemmm). Saat ini, para ilmuwan hanya mendeteksi bahwa pada DNA hanya terdapat satu heliks yang memiliki untaian heliks ganda atau DNA Double Heliks. Saya tidak tahu apakah mereka menganggap bahwa DNA memang secara alamiah (perhatikan secara jeli pernyataan dan pertanyaan Beliau ini, secara alamiahnya) hanya memiliki sebuah untaian ganda, akan tetapi saya diperlihatkan bahwa seyogyanya DNA dapat memiliki dua belas heliks ganda bahkan lebih. Dimana setiap heliksnya memiliki dua buah untaian yang berbentuk cahaya. Memang helik DNA, seyogyanya cahaya, sebab cahayalah yang memiliki kecepatan gerak yang belum di temukan tandingannya. Selain dari itu, cahaya dapat mengakses muatan informasi yang tak berhingga. Pengetahuan mengabarkna, bahwa informasi yang dapat di simpan dalam satu buah DNA jika di tulis dalam bentuk buku adalah setara dengan buku yang memiliki tebal spuluh ribu halaman, sungguh luar biasa.



Guna mengakses informasi yang terdapat dalam DNA adalah dengan merendahkan frekuensi kerja sel hingga mendekati nol ( disinilah peranan metode meditasi, tafakur, kontemplasi dan samadhi berjalan efektif). Selain dari itu DNA dapat di aktivasi hingga dua belas heliks, dimana setiap heliksnya memiliki untaian benang cahaya, metodenya bisa melalui metode Rekomendasi, Upaya Sendiri dan Blessing adalah jalan keluar untuk memiliki DNA 12 Heliks.

Catatan Pernyataan dan Pertanyaan ini Membuat Kita sadar bahwa Peneliti dan Ilmuwan Itu Bukan Hanya ada di Luar Negeri di Indonesia aja dari Dahulu sebetulnya sudah ada, apalagi sekarang ini, tinggal menunggu karya tulis dan pemakaran riset dan hasil hasil penemuannya, seperti yang sudah di alami dan mampu dilakukan oleh Mr. Ucok Khairuddin, dari Jakarta ini. Terlebih kita menyadari tak ada peristiwa penemuan hebat yang tidak terjadi tanpda melalui sejarah perjalanan dan kejadian INTUISI dan Daya Intuitif Mereka, sehingga sesungguhnya tak ada Ilmuwan Penemu Sejati yang Hakekatnya Bukan Manusia Spiritual, karena ini menyangkut kapasitas dan daya serap informasi berdimensional Cahaya Maha Cahaya dalam Kumparan DNA 12 Heliks cahaya tersebut.