Oleh Guntur
Bisowarno S.Si., Apt
Peneliti Metode Kualitatif PAR
(Partisipatory Active Research) Sejak 2003 - Sekarang, Jebolan Fakultas Farmasi
Universitas Airlangga 1996, pernah menjadi Dosen Fakultas Farmasi Unika Widya
Mandala 1996 – 2003.
Program Pencerahan Timur Raya,
bersama Maha Bajra Sandhi 2011 – sekarang.
Budayawan Aksara Mahkota
Mandita sejak 2013 – sekarang.
Tinggal di Purwosari
Pasuruan
085235807140
Gema Getaran Frekuensi
Resonansi :
Aksara Kelangsungan PROSES
CIPTA
AKSARANTARA PRASADA TATTWA
Ada 3 Badan. Badan Sarira (Fisik), badan bhatara (astral), bahan aksara
(antara). Badan yang terakhir inilah (secara linguistik disebut simbol grafis,
belakangan dikenal simbol genetis, genial, generatif, dalam bahasa dan bahasan
kita kali ini, di sebut Kajian Aksara DNA 12 Heliks) yang disebut Aksarantaraprasada (alias DNA 12 Heliks,
ketemu Kekunoan dan Kekinian DNA 12 Heliks sebagai Aksara Perantara Persada
Prasada Jagat Kecil dan Jagad Besar kita semua ini) juga berarti “kelangsungan
proses cipta : utpatti-shtiti-pralina-Utpatti”. Ia adalah matra kesadaran
menuju Tuhan, dari linguistik (aksara) metalinguistik (a-ksara) dari fisika ke
metafisika, kala ke dewa. Menuju Sempurna (myomya). Hal 160 buku ke 2 di bawah
ini.
Sumber Informasi :
- Makalah 2014, Denpasar Jalan Kebo Iwa, Prof Ida Oka Granoka (Guru Besar Fakultas Sastra Universitas Udayanya Bali) : Ada Pesan Moral Kode Genetik Di Balik 17 – 8 – 45.
- Ida Wayan Oka Granoka , Reinkarnasi Budaya, Universitas Udayana, 2007.
- Ida Wayan Oka Granoka, Perburuan Ke Prana Jiwa, Memori Bajra Sandi, Perburuan Sorang Ida Wayan Granoka.
Ketiganya Berbicara Tentang Aksara
dan Ada 3 Kesimpulan Utama :
- Sang Kalpa : Perancangan Translinguistik Teleportasional puncak abad 21 (Cultural Olympiad Athens, 2004)
- Urip in Bhuwana : Hidup hanya sekelebet kilatan petir, asledetan tatit (World Culture, Bali. 2013)
- KaTha : Memutar Aksara – 12 Di Jantung Makna Pencapaian Besar (Mahligai Universitas Udayana 2014).
Aksara 12 yaitu
Guttural : ka, kha, ga, gha,
na
Palatal : cha
ccha, ja, jha, na
Cerebral : ta, tha
Jumlah Total : 12 aksara
Dengan Pusat Pemutaran Aksara, Semi Vowel :
ya
Pada Jantung (pusat), getar
warna – terdiri dari dua belas suku beruturan:gutural-palatal-serebral) –
menghasilkan Ka (awal, guttural) – Tha (akhir –
cerebral).
Memutar Aksara 12 Inilah dalam Bahasa Genetis Genetika Generatif Modern Di
sebut DNA Double Heliks, bagi penganut ajaran Newtonian yang Partikular, bagi
penganut aliran Fisika Metafika Quantum di sebut 12 Heliks DNA, dengan tokoh
utamanya, Mr. Einstein dan Kimiawi Mr. Bhor, dan Psikolog Besar Mr. Carl Gustav
Jung (yang ketiganya menemukan Inti Sari Ilmunya sesudah acap kali berdiskusi
dengan David Brown dari Jerman yang menulis dan belajar ke Negeri China di
sebut I CHING, Kitab Perubahan, DNA Anasir Misteri Daya Hidup Langit dan Bumi,
sebanyak 8 X 8, 64 Anasir Tersebut).
Aliran ini memahami betul tentang benda atau atom, proton, netron,
bersifat partikel dan gelombang (frekuensi, dan atau cahaya) di kenallah dengan
Istilah Quantum Ingsun Aku oleh Mr. Granoka, (Quantum adalah Informasi dan
Gelombang berupa paket paket Energi Cahaya Atau Foton), di kenal dengan rumus
Eenergi sama dengan Massa X Kecepatan Cahaya Quadrat tersebut.
Pada Mulanya Sabda,
Maka lahirlah table Bahasa Menuju Sempurna. Diagram Kecerdasan dan
Pendiikan Anak Maha Bajra Sandhi, hal 43 buku ke 2 di atas. Bahwa Musik Mampu
Mengaktivasi DNA 12 Heliks dan Memiliki Daya Mistik (Bahasa dan Bahasan Guntur
Bisowarno. Adalah Bahasa Informasi Cahaya, Bahasa Frekuensi Cahaya, yang
merupakan Emanansi Pancaran dari Cahaya Maha Cahaya dalam Tubuh Mistik Manusia,
yang terdiri dari 3 tatanan Utama Ruh, Jiwa, Badan, dan bahkan ada pendalaman
yang lebih utuh dari ruh dan roh dalam kemultidimensional cahaya atau nur di
dalam Studi Ilmu dan Ngelmu Jawanologi di sebut dengan bagian Ruh, Suksma,
Nyawa.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar